Thursday, August 28, 2014

Misteri Angka Hidupku



Pernah mendengar bahwa ada misteri dibalik angka 4 dan 13?

Di sejumlah negara di dunia, banyak orang berprasangka bahwa angka 13 termasuk angka sial. Bahkan, orang-orang Tiongkok dan Jepang, menganggap 4 itu angka kematian. Memangnya ada apa sebenarnya dibalik angka-angka itu?

*
Dalam hidupku, aku lahir tepat tanggal 04 bulan 08 tahun rahasia. Seharusnya, aku memiliki 4 saudara kandung, tapi kakak dan adikku terlalu disayang Tuhan sehingga sebelum mereka sempat melihat dunia, Tuhan sudah mengambilnya.

Ohya, aku bertempat tinggal di Jalan Jayakatwang 1 no.15 (5-1=4), Rt.04 Rw.014, Perumnas 04. Angkutan umum terdekat menuju rumahku bernomor R14. Ketika aku duduk di bangku SMP, aku masuk kelas 1D dan 3D (artinya kelas keempat). Lagi-lagi, ketika SMA, aku masuk ke kelas 1-4 dan 2-4. Aku pun pernah ikut komunitas baris-berbaris dan aku ditempatkan di baris keempat dengan nomor urutan 13.

Saat SMA dan kuliah, aku punya geng bernama “OG alias Orang Gila” dan zaman kuliah namanya “Keciprut”. Keduanya terdiri dari 4 orang anggota geng, termasuk aku. What’s a life? Hidupku ternyata penuh angka 4.

Sepanjang aku hidup, tidak banyak kejadian aneh atau kata lainnya "sial" dalam hidupku. Aku merasa beruntung lahir dari kedua orang tua yang mengajarkan kesederhanaan sejak dini. Makan Nasi + 3T "telur, tahu, tempe" + sayur plus kerupuk menjadi makanan istimewa yang selalu hadir hampir setiap hari.

Meski aku tidak pernah merasakan kasih sayang seorang kakak, aku merasa beruntung mempunyai kakak-kakak kelas yang pernah menampar pipiku. Zaman SMP tradisi menampar pipi aku dapatkan setiap tanggal 14 Agustus, yap ulang tahun Pramuka. Tak pasti juga sejarahnya seperti apa? Tapi tradisi ini sudah dari dahulu kala dan berkat tradisi ini, kedekatan tim kami amat erat hingga kini.

Saat latihan baris-berbaris waktu SMA, aku pun sering ditampar. Sampai-sampai saking seringnya digaplok, kecepatan menghindarinya pun semakin bertambah. Pernah suatu hari ada senior yang mau menampar, tapi belum sempat tangannya mendarat dipipi ini, aku sudah menengok. Haha ^^, itu tandanya aku semakin responsif bila menerima aba-aba lencang kanan. (Dalam seni berbaris, jika ada aba-aba lencang kanan, maka seluruh pasukan wajib menoleh ke kanan. red).

Meski jarak dari rumahku ke tempat kuliah (antara Tangerang-Serang) itu jauh, aku merasa beruntung bisa selalu datang lebih pagi dibanding teman-temanku. Aku beruntung bisa menjadi alarm buat teman-temanku untuk berangkat ke kampus. Aku pun merasa beruntung bisa merasakan sejuknya udara pagi, hijaunya pepohonan dipinggir tol hingga suasana kampus yang masih sepi.

Ditengah-tengah menyusun skripsi, aku melamar kerja di salah satu koran nasional dan televisi swasta namun tidak diterima. Kala itu aku malah bersyukur, karena Tuhan memberikanku kesempatan menyelesaikan skripsiku. Saat sidang pun, aku beruntung karena diantara 4 orang, hanya dua yang lulus, salah satunya aku.
Terakhir, saat lulus kuliah, Alhamdulillah, aku pun beruntung bisa menjadi pewakilan teman-temanku untuk mengucapkan rasa terima kasih ku kepada para dosen yang telah mengajar dihadapan ratusan wisudawan.

Saat diterima kerja, Alhamdulillah, pertama kali bekerja sebagai seorang sekretaris anggota DPR yang baik dan royal. Aku beruntung bisa diberi kepercayaan sekaligus oleh keluarganya. Aku beruntung, beliau termasuk orang yang ramah dan jarang marah. Aku pun beruntung gajiku dua kali lipat dari standar. Aku pun merasa beruntung bos ku bukan seorang mata keranjang seperti kebanyakan opini negatif masyarakat. Sebaliknya, beliau bagaikan seorang Bapak yang selalu membimbingku dalam hidup.

Setelah kepindahanku ke kantor yang sekarang, aku beruntung memiliki teman-teman seperjuangan yang sangat amat baik. Aku beruntung pernah dirayakan ultahnya sampai seperti ini. Aku beruntung selalu dibela ketika aku sedih. Yahhh, aku selalu merasa istimewa dibalik celotehan mereka. Mungkin jika tetesan air hujan yang turun ke bumi ini dihitung tak akan mampu membayar segala kebaikan mereka padaku.

Sampai detik ini dan insya Allah (semoga) ke depan aku akan selalu merasa sebagai seseorang yang beruntung di dunia dan akhirat ini, tak peduli mitos angka yang aneh-aneh. Aamiin.

 **

Tak sedikit hotel atau apartemen yang enggan menyediakan kamar atau lift bernomor 4. Konon, menurut tradisi Tionghoa dan ramalan fengshui, angka empat yang pengucapannya (se) mempunyai arti mati atau sial. Ini sebabnya mayoritas warga keturunan Tiongkok sangat menjauhi apapun yang berhubungan dengan angka tersebut sampai dengan penjumlahannya.

Sebenarnya, mitos ini berasal dari ajaran kuno yang bernama Kabbalah. Kabbalah merupakan sebuah ajaran mistis kuno, Bangsa Yahudi sejak dahulu sudah memelihara ajaran Kabbalah secara ketat. Kaum ini gemar mengutak-atik angka (Numerologi) sehingga mereka disebut kaum Geometrian. 

Menurut mereka, angka 13 merupakan angka suci yang mempunyai daya magis dan religius, sama seperti angka 11 dan 666. Dalam berbagai simbol yang terkait Kabbalisme mereka selalu mensisipi angka 13 kedalamnya. Sebagai contoh Kartu Tarot yang berjumlah 13 juga Kartu Remi (As[9 + 2], Jack, Queen, King). 

Di kalangan Bugis, konon angka 4 ialah lambang keharmonisan. Sesuatu yang genap melambangkan keseimbangan. Sebagai contoh, sebuah kursi yang memiliki 4 kaki berarti kursi tersebut mempunyai keseimbangan antara satu dan lainnya. Sementara itu, kursi yang berkaki tiga menyatakan suatu kekuatan karena saling menumpu kesatu arah. 

Jadi, misteri angka 4 atau 13 sepertinya hanya sebuah mitos yang sudah membudaya diberbagai tempat di dunia ini. Percaya atau tidak percaya tergantung pendapat pribadi masing-masing, karena sesungguhnya Allah yang Maha mengetahui segala sesuatu.

***

No comments:

Post a Comment