Sunday, September 21, 2014

Benda Wajib 'tuk Sepupu Kecilku

Yihiiiiiyyy.. arisan sudah dikocok, tema blog minggu ketiga ini pun sudah keluar. Temanya “Things you can’t live without..”. Wahh, tetiba teringat ketiga adik sepupu yang punya benda-benda wajib dan harus dibawa kapanpun, dimanapun. Aku bahkan merasa, mereka tidak akan bisa hidup tanpa adanya benda-benda tersebut. 

Sebelumnya perkenalkanlah ketiga adik sepupu aku, sebutlah si sulung-Lala (11), si anak tengah-Reza (3), dan si bungsu-Irgi (1). Ketiganya merupakan anak dari adik ibuku yang dulunya tinggal bertetangga denganku. Namun setelah si ayah dan ibunya membeli rumah, alhasil kami terpisah jarak dan waktu. Minimal dua hari seminggu, mereka akan mengungsi dirumahku untuk sekedar melepas rindu. 


Keluarga Budiman
Guling Buluk

Lala ini merupakan anak pertama. Sifatnya yang periang dan mudah bergaul membuatnya betah jika tinggal menginap dirumahku berhari-hari, meski ayah dan ibunya tidak ikut menginap. Wajar saja karena teman-teman masa kecilnya tinggal di lingkungan rumahku. Sebenarnya tidak ada yang aneh dari karakter si Lala, tetapi setiap dia kerumahku, dia akan membawa guling kesayangannya yang sudah lapuk. 

Sejatinya, guling itu merupakan guling yang sudah ada sejak Lala bayi dan kini ia sudah duduk dibangku kelas 6, Sekolah Dasar. Bayangkan, guling imut bayi itu kini telah bermetamorfosis. Awalnya guling itu layaknya guling bayi pada umumnya. Sekarang, ukuran si guling sudah menciut karena busa di dalamnya makin hari makin berkurang. Ini gegara si busa sering dicabut-cabutin. 

Kondisi sarung gulingnya tak jauh berbeda. Warnanya sudah berubah. Mulanya berwarna merah, kini berwarna merah tapi agak buluk. Bahkan, masih jelas dalam ingatanku, dia sangat tidak suka jika gulingnya dicuci sampai wangi. Padahal menurutku aromanya “Masya Allah” tetapi bagi si Lala gulingnya tetap yang terbaik. “Pokoknya gak usah dicuci, ini udah wangi (sambil mencium si guling),” ujar Lala. 

Lucunya, di mata adik lelakinya, Reza, guling itu bagaikan musuh yang harus dimusnahkan. Setiap ia melihat si guling teronggok tanpa tuan alias diletakkan begitu saja didalam rumah, dia akan langsung membuangnya di tong sampah terdekat. Sampai-sampai pernah suatu kali si guling dilempar ke saluran pembuangan air (got) depan rumahnya. Miris.

(Maaf, Gambar si guling belum dapat ditanyangkan, karena sudah dua minggu belum ada yang nginep dirumah (T.T) kangenn)

Kain Gajah Wangi

Reza ini merupakan anak kedua. Perbedaan rentang usia Lala dan Reza yang mencapai 8 tahun ini membuat kondisinya sama denganku dan adik kandungku. Yahh, kadang pertengkaran, selisih paham, rebutan mainan, saling jahil satu sama lain, pukulan, tendangan, cubitan sudah menjadi santapan sehari-hari. Eitz, jangan khawatir, semua adegan kekerasan di atas masih dalam tahap wajar dan dalam pengamanan pihak berwajib (baca. Orang tua, wali).

Sedangkan perbedaan usia Reza dengan si adik bungsu-nya yang hanya terpaut satu tahun ini membuat ia tumbuh sebagai anak yang haus perhatian. Tiada hari tanpa caper alias cari perhatian. Jika kami sekeluarga sedang sibuk ngobrol bersama, maka ia akan melakukan apapun yang bisa tiba-tiba menghentikan pembicaraan kami. Mulai dari memukul-mukul kaleng, teriak-teriak, nyanyi-nyanyi, lari-larian, jatuh-jatuhan, sampai mengajak berantem Lala ataupun Irgi akan dilakoni.

Satu hal yang unik dari Reza adalah kebiasaannya memegang kain yang sudah ada sejak bayi. Jika Lala punya guling buluk dengan aroma kesayangan, maka Reza ini punya kain selimut gajah (padahal aslinya gambar beruang) dan harus tetap wangi sepanjang hari. Aromanya berasal dari harum pelembut pakaian. Si kain gajah ini pun tidak boleh digunakan oleh siapapun, meskipun kakak atau adiknya sendiri.

Maaf, ga sengaja kaki tukang fotonya muncul (salah fokus)
Pernah suatu hari, kain gajah ini terlalu sering dibawa main, diuwel-uwel sampai terinjak-injak. Akibatnya, aroma pelembut pakaiannya luntur. Lantas, ketika waktu minum susu tiba, Reza ngambek. Ia merengek meminta si kain gajah dicuci ulang sampai wangi. Setelah kain kering barulah ia mau minum susu-nya. Bahkan, pernah suatu kali si kain gajah ini ketinggalan dirumahnya sehingga tidak dibawa ke rumahku. Alhasil, kami harus meminjam kain selimut anak bayi tetangga agar si Reza tetap mau minum susu. Maklum anak-anak.

Tangan vs Remote

Berbeda dengan kedua kakaknya, Irgi merupakan anak bungsu yang sebenarnya tidak sengaja lahir ke dunia. Ehya, maksudnya awalnya hanya direncanakan memiliki dua anak, tetapi apa daya, Tuhan berkehendak lain, kata orang tuanya.

Berbeda dengan kakak-kakaknya yang tidak dapat hidup tanpa guling atau kain, Irgi tidak dapat hidup tanpa tangan. Ketika Irgi sedang khusuk minum susu, ia akan mencari tangan-tangan lembut untuk sekedar diraba-raba kehalusannya. Tangan lembut itu biasanya lengan ibunya ataupun lengan tanteku yang lain yang mengasuhnya.

Irgi lebih memilih remot tipi dibanding lenganku (-_-")
Pernah suatu hari Irgi sedang minum susu, tapi ibunya sedang kerja, sementara tanteku sedang sibuk di dapur dan hanya ada aku disampingnya. Irgi mulai gelisah. Akhirnya ku berikanlah lenganku untuk dipegang, dielus dan diraba. Beberapa waktu ia tampak nyaman tapi tak lama kemudian (yakali ketauan itu bukan lengan ibu atau tanteku), plokkkkkk, ditabok deh tanganku sambil kepalanya geleng-geleng tanda tak mau. Alhasil, dia memilih pegang remote televisi dibanding lenganku, Hahaha ^^
 

6 comments:

  1. ya ampun bocah2 ini-_-" tapi yang guling itu, sumpah temen gw sebelom nikah tuh masih pake guling buluknya yang naudzubillah penampakannya.. setelah nikah akhirnya dia sembuh.. suaminya jadi guling kali eaaa.. ajaib emang yah :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu guling sama penampakannya subhanallah ya, udah menciutt ukurannya
      haiyakkkss.. guling? suami? arghh jadi inget sesuatu #ehh loh lupakan

      Delete
  2. emang kalo bocah suka gitu ya.....adek gw dulu punya benda kesayangan, jaket buluk. cuman bukan jaket dia, tapi jaket emak gw, dan harus dipake terus sama emak gw, sampe rombeng ......

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jaket buluk yang harus dipake nyokap lo lalu adik lo makenya kapan? ko bisa jadi kesayangan, ru.. gimana ceritanya?

      Delete
  3. kata tu bocah: ini tangan apa kayu? kasar amat :)) *kabur

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini kayu dek, meski kasar tapi hatinya lembut kok *tsahhh *tangkeppp

      Delete