Wednesday, April 20, 2016

My World My Workspace

My lovely workspace (mimpi)*
Sebagai penulis (menulis blog maksudnya), workspace yang nyaman adalah nomor satu. Kenapa? Ini penting untuk membangkitkan mood saat mulai menulis, apalagi saat deadline di depan mata. Sejatinya, kantor bukan satu-satunya workspace yang dapat ku gunakan untuk menyelesaikan seluruh tulisanku (ketauan kerjaannya juga nulis eh ngetik). Kadang, bila kebosanan melanda, tak jarang aku memilih mengerjakan tugas-tugasku di luar kantor, semisal, di cafe, perpustakaan, atau cukup di dalam kamar pribadiku.

Alasannya? Menulis bisa dilakukan dimanapun, kapanpun asalkan mood sudah tercipta, bahan sudah lengkap, koneksi internet cepet, plus ada cemilan (yah kalo gak ada cepuluh juga boleh), terakhir air putih aja dah biar sehat. Yah, bahagia itu sederhana, sesederhana kamu mencintai apa yang kamu lakukan kini. Sesederhana itulah kehidupan, bekerja dan mengerjakan apa yang kamu sukai.

Meja kerja yang ada pada gambar di bawah, baru saja ku tempati tahun ini. Tahun-tahun belakangan, meja kerjaku bukanlah berbentuk cubicle seperti penampakan di atas. Sebelumnya, meja kerjaku berupa meja kayu. Meskipun demikian, aku berharap kami akan bisa jadi partner spesial meski entah sampai kapan kebersamaan kami akan berakhir (menunggu keputusan mutasi).

Meja kerjaku ini ibarat duniaku, tempat dimana aku bisa meletakkan berbagai benda-benda yang dapat mendukung tugas-tugasku sekaligus benda-benda yang dapat membangkitkan mood (mood booster). Meskipun terkesan terlalu personal, tapi aku merasa dengan adanya mereka (baca.doraemon), aku akan menemukan inspirasi, bahkan teman ngobrol seputar ide-ide yang akan ku tulis atau sekedar penyemangat pribadi (dunia khayalan).

Selain doraemon, benda wajib yang kudu mesti wajib ada dalam workspace ialah colokannn (I can't life without you) - secara yaaa, aku membutuhkannya buat mencharge hangpon agar selalu online (biar tetep bisa main game - addicted). Benda lainnya ialah Air Putih. Dengan minum yang rajin akan tercipta tubuh yang sehat. Di dalam tubuh yang sehat tercipta jiwa yang kuat. (kesurupan)

Lalu, pertanyaan selanjutnya? bagaimana kondisi meja kerjaku sehari-hari? Dalam foto si cakep, tapi yahh tunggu saja sampai waktu kerja dimulai. Berantakannya masya Allah (sengaja gak mau moto). Tapiii jangan sedihhh, ternyata berdasarkan penelitian rapi atau tidaknya tempat kerja kita merepresentasikan jiwa kita (eaaaaaaaaaaa).

Mulanya menurut Albert Eistein, seperti dikutip dari laman ini meja kerja berantakan menandakan pikiran pemilik juga sedang tak karuan. Beberapa dekade kemudian, dalam hasil penelitian yang baru diterbitkan Jurnal Psychological Science menemukan bahwa bekerja di sebuah meja kerja yang rapi akan mempengaruhi seseorang bekerja lebih konvensional, lebih murah hati, dan lebih sehat. Sebaliknya, seseorang yang bekerja di meja yang berantakan ternyata mempengaruhi kreativitas pemikiran seseorang. (materi berat)

Intinya, meja kerjaku tak selamanya rapi. Seringkali ia akan teronggok penuh dengan tumpukan kertas berisi disposisi atasan, buku catatan, atau sekedar coretan tak berarti. Tapi jangan salah, kondisi ini kadang mencerminkan diri kita saat itu. Apakah kita berada pada kondisi well organized atau more creative.


expektasi (pencitraan keras)**


realita **


 *) http://www.homedit.com/creating-a-comfortable-cubicle-decor/shelf-for-your-cubicle-decor/
**) created by me

4 comments:

  1. Mimpi lo kecakepan mpok. Biasanya juga banyak kaleng biskuit bertebaran, plus remah-remah krupuk. Hahaha *dilempardoraemon

    ReplyDelete
    Replies
    1. bersih yu, soalnya makan kerupuk di meja lo hahahahahaa

      Delete
  2. mau jadi orang nyebelin ah....
    cubicle bukan cubical, and mood booster not mood boaster hehehehe
    *lari

    ReplyDelete